Wednesday, December 10, 2014

In My Dream

1.   
In my dream, children sing
A song of love for every boy and girl
The sky is blue and fields are green
And laughter is the language of the world
Then I wake and all I see
Is a world full of people in need
2.   
Chorus:
Tell me why (why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something I have missed?
Tell me why (why) cos I don't understand
When so many need somebody
We don't give a helping hand
Tell me why?
3.   
Everyday I ask myself
What will I have to do to be a man?
Do I have to stand and fight
To prove to everybody who I am?
Is that what my life is for
To waste in a world full of war?
4.   
Chorus:
Tell me why (why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something I have missed?
Tell me why (why) cos I don't understand
When so many need somebody
We don't give a helping hand
Tell me why?
5.   
Chorus:
(children) tell me why? (declan) tell me why?
(children) tell me why? (declan) tell me why?
(together) just tell me why, why, why?
6.   
Chorus:
Tell me why (why) does it have to be like this?
Tell me why (why) is there something I have missed?
Tell me why (why) cos I don't understand
When so many need somebody
We don't give a helping hand
Tell me why?
7.   
Chorus:
Tell me why (why, why, does the tiger run)
Tell me why (why why do we shoot the gun)
Tell me why (why,why do we never learn)
Can someone tell us why we let the forest burn?
(why, why do we say we care)
Tell me why (why, why do we stand and stare)
Tell me why (why, why do the dolphins cry)
Can some one tell us why we let the ocean die?
(why, why if we're all the same)
Tell me why (why, why do we pass the blame)
Tell me why (why, why does it never end)
Can some one tell us why we cannot just be friends?
Why, why


Wednesday, August 28, 2013

HANYA MAMPU MENGOPY

Muliakan orang yang berbuat baik..


بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Wahai saudaraku yang mulia!

Ketahuilah olehmu, bahawa syukur itu, yakni menerima kasih akan apa
budi orang padamu. Maka menerima kasih itu boleh dengan hati,
dan boleh dengan lidah, dan boleh dengan anggota.


Maka jadilah ia 3 macam :

1. Syukur dengan hati iaitu terupa pada hati akan nikmat yang diberikan orang.

2. Syukur dengan lidah, iaitu dikenang budi orang itu dan disebut baik.

3. Syukur dengan anggota, maka iaitu dibalas budi orang itu.


MAKA SYUKUR AKAN ORANG YANG BERBUDI PADAMU ITU DISURUH OLEH SYARA' KITA


Bermula dalil yang menunjukkan atas suruh itu ialah sebagai Hadith yang dikeluarkan
oleh Abu 'Isa At-Tirmidzi, dengan katanya:

Diriwayatkan daripada seorang sahabat bagi Nabi Nabi ShallAllahu 'alaihi wasallam,
namanya Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu, katanya : Telah bersabda Nabi ShallAllahu 'alaihi wasallam,
"Siapa tiada syukurkan orang nescaya tiada syukur ia akan Allah akan sebagai syukur yang sempurna."
[ Hadith Hasan lagi Shahih ]


Yakni, tiada sempurna syukur engkau kepada Allah melainkan apabila engkau
sertakan syukur manusia yang berbuat baik ihsan padamu.


Membalas budi orang itu disuruh syara' kita sebagaimana yang disabdakan
Nabi ShallAllahu 'alaihi wasallam, "Barangsiapa berbudi kepadamu, maka
hendaklah balas budinya itu. Maka jika lemah sekalian kamu daripada membalasnya,
maka do'akan oleh kamu baginya hingga kamu ketahui sungguhnya telah syukur
kamu akan budinya. Sebab pun disuruh syukur itu kerana Allah itu suka ia akan
orang yang syukur yakni, orang yang mengenang budi.

(At-Targhib wa At-Tarhib)


Sungguhnya syukur itu boleh kita buat sekurang-kurangnya, iaitu seperti kita
kata dengan bahasa Melayu : "Banyak-banyak terima kasih" dan yang eloknya
ialah barang yang datang daripada syara' iaitu dikata :


جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

Maknanya, Kiranya dibalas Allah akan dikau sebaik-baik balas.

Atau dikata :


بَارَكَ اللهُ فِيْكَ

Maknanya, Kiranya diberkatkan Allah pada engkau.

Sabda Nabi s.a.w., "Siapa memperbuat demikian, maka sungguhnya telah syukur ia akan dia."

Wallahu a'lam

Wednesday, June 12, 2013

LOVE STORY


10 Kisah Cinta Paling Indah Dalam Islam…,,,,



1. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra

  Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. Subhanallah.
Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah Saw. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak Rasulullah Saw. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima.
Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali: “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”. Ali pun bertanya mengapa ia tetap mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. Sambil tersenyum Fathimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu”



2. Umar bin Abdul Aziz


       Umar bin Abdul Aziz, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi. Suatu saat dikisahkan bahwa Umar mengalami sakit akibat kelelahan dalam mengatur urusan pemerintahan. Fatimah pun datang membawa kejutan untuk menghibur suaminya. Ia menghadiahkan gadis yang telah lama dicintai Umar, begitu pun si gadis mencintai Umar. Namun Umar malah berkata: “Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada dunia perasaan semacam itu,”
Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta. Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain. Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya, “Umar, dulu kamu pernah mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang?” Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, “Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih dalam!”



3. Abdurrahman ibn Abu Bakar


       Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, amat saling mencintai satu sama lain sehingga Abu Bakar merasa khawatir dan pada akhirnya meminta Abdurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta mereka berdua melalaikan dari jihad dan ibadah. Abdurrahman pun menuruti perintah ayahnya, meski cintanya pada sang istri begitu besar.
Namun tentu saja Abdurrahman tak pernah bisa melupakan istrinya. Berhari-hari ia larut dalam duka meski ia telah berusaha sebaik mungkin untuk tegar. Perasaan Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah sepanjang masa:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya
Akhirnya hati sang ayah pun luluh. Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci dan takkan mengorbankan ibadah dan jihadnya di jalan Allah. Terbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.



4. Rasulullah Saw. dan Khadijah binti Khuwailid


       Teladan dalam kisah cinta terbaik tentunya datang dari insan terbaik sepanjang masa: Rasulullah Saw. Cintanya kepada Khadijah tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, menanyakan kesedian Nabi Saw. untuk menikahi Khadijah, maka Beliau menjawab: “Bagaimana caranya?” Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama.
Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar.”
Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, “Masih adakah orang lain setelah Khadijah?”
Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.
Masih banyak lagi bukti-bukti cinta dahsyat nan luar biasa islami Rasulullah Saw. kepada Khadijah. Subhanallah.



5. Rasulullah Saw. dan Aisyah


       Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.
Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi Saw. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu padanya.
Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan, dan kematangan dini. Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.”
Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami-istri.



6. Thalhah ibn ‘Ubaidillah

      Satu hari ia berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”
Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, “Ya, akan kunikahi ‘Aisyah jika Nabi telah wafat.”
Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al Ahzab, “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya. Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah. ‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abi Bakr yang pernah dicintai Thalhah.
Subhanallah. Mantab.



7. Kisah cinta yang membawa surge


       Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata, “Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’.
Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan.
Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, ‘Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.’
Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, ‘Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.’
Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, “Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.” Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo’akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik.
 Dalam mimpi dia sempat bertanya, “Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?”
       Dia menjawab, “Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan.”
Pemuda itu bertanya, “Jika demikian, kemanakah kau menuju?” Dia jawab, “Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.”
Pemuda itu berkata, “Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.” Dia jawab, “Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.”
Si pemuda bertanya, “Kapan aku bisa melihatmu?” Jawab si wanita: “Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.” Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.



8. Ummu Sulaim dan Abu Thalhah


        Ummu Sulaim merupakan janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang memendam rasa cinta dan kagum akhirnya memutuskan untuk menikahi Ummu Sulaim tanpa banyak pertimbangan. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,
“Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?”
“Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan,” kata Abu Thalhah.
“Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam,” tukas Ummu Sualim tandas.
“Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?” tanya Abu Thalhah.
“Tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri,” tegas Ummu Sulaim.
Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah Saw. yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah Saw. berseru, “Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya.”
Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah Saw. lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, “Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya.”
Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, “Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya.” Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.



9. Kisah seorang pemuda yang menemukan apel


       Alkisah ada seorang pemuda yang ingin pergi menuntut ilmu. Ditengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. dia langsung mengambil air dan meminumnya. tak berapa lama kemudian dia melihat ada sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. setelah dia memakan segigit apel itu dia segera berkata “Astagfirullah”
Dia merasa bersalah karena telah memakan apel milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. “Apel ini pasti punya pemiliknya, lancang sekali aku sudah memakannya. Aku harus menemui pemiliknya dan menebus apel ini”.
Akhirnya dia menunda perjalanannya menuntut ilmu dan pergi menemui sang pemilik apel dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai kerumah pemilik apel. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik apel. Dia melihat kebun apel yang apelnya tumbuh dengan lebat.
“Assalamualaikum….”
“Waalaikumsalam wr.wb.”. Jawab seorang lelaki tua dari dalam rumahnya.
Pemuda itu dipersilahkan duduk dan dia pun langsung mengatakan segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. Bahwa dia telah lancang memakan apel yang terbawa arus sungai.
“Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau ridha apel ini aku makan pak tua”. tanya pemuda itu.
Lalu pak tua itu menjawab. “Tak usah kau bayar apel itu, tapi kau harus bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar, apakah kau mau?”
Pemuda itu tampak berfikir, karena untuk segigit apel dia harus membayar dengan bekerja di rumah bapak itu selama tiga tahun dan itupun tanpa digaji, tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang harus diambilnya agar bapak itu ridha apelnya ia makan.”Baiklah pak, saya mau.”
Alhasil pemuda itu bekerja di kebun sang pemilik apel tanpa dibayar. Hari berganti hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Tak terasa sudah tiga tahun dia bekerja dikebun itu. Dan hari terakhir dia ingin pamit kepada pemilik kebun.
“Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, apakah sekarang kau ridha kalau apelmu sudah aku makan?”
Pak tua itu diam sejenak. “Belum.”
Pemuda itu terhenyak. “Kenapa pak tua, bukankah aku sudah bekerja selama tiga tahun di kebunmu.”
“Ya, tapi aku tetap tidak ridha jika kau belum melakukan satu permintaanku lagi.”
“Apa itu pak tua?”
“Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?”
“Ya, aku mau.” jawab pemuda itu.
Bapak tua itu mengatakan lebih lanjut. “Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?”
Pemuda itu tampak berfikir, bagaimana tidak…dia akan menikahi gadis yang tidak pernah dikenalnya dan gadis itu cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? Tapi diap un ingat kembali dengan segigit apel yang telah dimakannya. Dan dia pun menyetujui untuk menikah dengan anak pemilik kebun apel itu untuk mencari ridha atas apel yang sudah dimakannya.
“Baiklah pak, aku mau.”
Segera pernikahan pun dilaksanakan. Setelah ijab kabul sang pemuda itupun masuk kamar pengantin. Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya dia ketika dia mendengar salamnya dibalas dari dalam kamarnya. Seketika itupun dia berlari mencari sang bapak pemilik apel yang sudah menjadi mertuanya.
“Ayahanda…siapakah wanita yang ada didalam kamar pengantinku? Kenapa aku tidak menemukan istriku?”
Pak tua itu tersenyum dan menjawab. “Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istimu.”
Pemuda itu tampak bingung. “Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa dia bisa mendengar salamku?
Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?”
Pak tua itu tersenyum lagi dan menjelaskan. “Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas didengarnya dan dilarang Allah. Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia dan dilarang Allah, dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan ke tempat-tempat yang maksiat.”
Pemuda itu hanya terdiam dan mengucap lirih: “Subhanallah…..”


10. Zulaikha dan Yusuf As.



       Cinta Zulaikha kepada Yusuf As. konon begitu dalam hingga Zulaikha takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah Swt. Berikut sedikit ulasan tentang cinta mereka
Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan peribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya.
Kali berikutnya beliau bermimpi lagi, lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir. Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.
Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu.
Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya: “Benar, ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya. Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya.”
Perlu diingat sejarah Mesir menyebut, Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.
Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi. Tampan, menarik dan menawan.
Sabda Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas memperjelasnya: “Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia.”
Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam di dalam Al Quran pada Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 dan ayat 51. Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kelanjutan hubungan Zulaikha dengan Yusuf a.s. Namun Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik bahwa Muhammad bin Ishak berkata bahawa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zulaikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bahwa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita se¬karang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”
Zulaikha menjawab, “Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemuimu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai wanita yang bersuami?”
Dikisahkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha dalam keadaan gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.
Demikian 10 Kisah Cinta Paling Indah Sepanjang Masa Dalam Islam semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman….

Tuesday, October 9, 2012


BUNGA & FALSAFAH....

Bunga memang begitu sinonim dengan wanita... bunga dan wanita ibarat Irama dan lagu yang sukar untuk dipisahkan...walaupun ada wanita yang tidak gemarkan bunga, tapi ia hanyalah segelintir. Walaupun tak suka....andai diterima daripada orang tersayang, sudah pasti akan suka juga akhirnya....:)
Sejambak bunga mawar bukan sekadar untuk menyampaikan mesej'Aku cinta padamu' atau jambangan Carnation yang memberi erti'moga cepat sembuh', bahkan setiap bunga sebenarnya mewakili makna tersendiri.Sebab itulah dikatakan bunga mampu menjadi wakil tanpa bicara yang berkuasa merungkap 1001 falsafah atau rahsia yang cuba disampaikan oleh pengirimnya. 

Bunga ros atau mawar adalah antara bunga yang paling diminati oleh orang ramai apatah lagi seorang wanita. Bunga ros mampu melahirkan pelbagai jenis bahasa cinta. Sekiranya ingin memujuk kekasih, lebih mudah pujukan itu dilakukan bila disertakan bersama walau sekuntum bunga ros. Lebih cepat cair jadinya! Selain bunga ros, bunga lain juga mampu menyampaikan mesej dan makna tersendiri. Jadi sebelum berkunjung ke mana-mana kedai bunga untuk membuat tempahan untuk dijadikan hadiah atau sekadar penyeri rumah, apa kata kita mengenalpasti terlebih dahulu kuasa yang dimiliki oleh setiap kuntum bunga yang dipilih. Pemilihan jenis bunga yang sesuai dikatakan mampu mendorong harapan dan kegembiraan dalam diri kita....

BERDASARKAN PEMBACAAN...INILAH FALSAFAH DI SEBALIK KUNTUMAN BUNGA...:)

ROS KUNING





 Untuk rose bewarna kuning pula bermaksud persahabatan.. ia memberi maksud penghargaan dan si dia mahu kamu menjadi sahabat.. si dia mengambil berat tentang kamu tetapi perasaannya tidak bersifat romantik kepada seseorang.. kalau orang yang kamu minat memberi rose bewarna kuning kamu paham-paham je la..


ROS PUTIH


Cinta sejati dan kekuasaan.

BUNGA CARNATION


Bunga ini comel dan boleh didapati dalam beberapa warna seperti merah dan putih. Ia dikatakan mampu membantu menggelakkan perasaan sedih menimpa diri seseorang.

BUNGA CAMELIA


Ia dapat 'memanggil' semangat cinta dan kebahagiaan yang berkekalan selamanya.

BUNGA KEKWA


Bunga ini melambangkan kekuasaan sebuah perasaan cinta.


BUNGA DAISI


Ia mampu meningkatkan daya intuisi seseorang untuk meramalkan sesuatu perkara.

BUNGA IRIS


Ia melambangkan bahawa seseorang itu yakin dengan perasaan yang sedang dialami itu.

BUNGA JASMIN


Ia mendorong ke arah percintaan dan kekayaan.

 BUNGA ORKID


Ia memberikan semangat berkobar-kobar untuk menjalani hidup.

ROS MERAH


Boleh mengungkap pelbagai perasaan cinta.

BUNGA MATAHARI


Seseorang itu inginkan dirinya diberikan perhatian dan kehormatan seperti yang sepatutnya.

BUNGA TULIP


Ia membawa rasa cinta dan tuah.

BUNGA IVY


Ia membawa kepercayaan dan kehormatan pada diri seseorang.

BUNGA VIOLET


Ia meningkatkan daya imiginasi seseorang.


KOD WARNA BUNGA


Merah
 Perasaan yang berkobar-kobar dalam sesuatu perkara yang sedang atau ingin dilakukan.

Ungu
 Apa yang paling penting adalah semangat yang diperlukan untuk melakukan apa saja yang diinginkan.

Kuning
 Peluang-peluang yang bakal hidup dalam diri seseorang.

Putih
 Semangat mementingkan kebenaran.

Merah Jambu
 Seorang mungkin sedang cuba mendekati dirimu!


..........................................................................................................



Wallahua'lam... sekadar perkongsian
mudahan ada manfaat...
Maaf kebanyakan ayat ataupun maklumat dalam blog ini adalah copy&past daripada blog orang lain… hanya siapa yang benar-benar mengenali saya sahaja akan tahu yang mana original diri saya.



Friday, September 14, 2012

PENULISAN SKRIP DAN PERHASILAN PAPAN CERITA..

Ros  ni final projek kita... hehehe  boleh tahan jugak kita nikan...  Nah korang semua cuba nilai gak kami punya storyboard ni... agak2 ok x???



PENSIL WARNA MERDEKA!!




         
 Pada mlm 30 0g0s 2012. terdapat 2kotak pensil warna di atas meja sebuah bilik budak lelaki. jam menunjukkan 11.30 mlm.





tiba2 pensil warna itu keluar dr pd kotak... mereka mempunyai kaki dan tangan... mereka berusaha turun dari meja. kemana mereka mahu pergi??? jeng...jeng...jeng..





sampai diruang tamu... pensil warna bejalan keluar pula dari rumah. kemana arah tuju mereka??





rupa2 nya pancil warna ni bukan je satu jantina dan bangsa... tetapi mereka mempunyai pelbagai bangsa yang berada di malaysia ni....  mereka berjalan berpimpin tangan menuju ke destinasi... hehehe




dalam pada mereka berempat itu berjalan... tiba kedengaran suara memanggil dari belakang....
"sini2... tunggu kami... kami nak ikut!" kemudian mereka semua berjalan bersama2 menuju destinasi.
lama berjalan...





ohh... rupa2 nya mereka mahu ke astaka... tapi nak buat apa ye??




mereka semua berkumpul di astaka... mereka bercakap2 antara satu sama lain spt sedang merancang sesuatu... apakah ia?




akhirnya.... wah.......... mereka(pensil warna) membentuk logo kemerdekaan yang ke 55.
dasyat betul mereka ni....kan???




selepas mereka membentuk logo tadi... keluar pulak bunga api... lawanyer... meriah sambutan mereka ni.. jadi dengan ini genaplah malaysia menyambut kemerdekaan yang ke 55 kali ni...
DENGAN INI SAYA MAHU MENGUCAPKAN SELAMAT HARI KEMERDEKAAN YANG KE 55 UNTUK RAKYAT MALAYSIA...